Welcome! #RawatBumi 2020 : Kolaborasi untuk Ibu Pertiwi

#RawatBumi 2020 : Kolaborasi untuk Ibu Pertiwi

#RAWATBUMI 2020
#RawatBumi 2020 : Kolaborasi untuk Ibu Pertiwi

Semarang – Yayasan LindungiHutan, sebuah lembaga yang menaungi platform penggalangan dana dan gerakan pelestarian hutan yaitu LindungiHutan.com, resmi mengumumkan project terbaru pada 12/02/2020, dengan nama : ‘#RawatBumi 2020 : Kolaborasi untuk Ibu Pertiwi‘. Gerakan ini merupakan sebuah aksi nyata penanaman, penghijauan dan bersih sampah serentak yang ditargetkan telaksana di 34 Provinsi di Indonesia. Kegiatan tersebut dicanangkan pada kurun waktu 18 hingga 26 April 2020, guna memperingati Hari Bumi yang jatuh pada tanggal 22 April.

#RawatBumi 2020 merupakan sebuah momentum bukti bakti manusia terhadap planet baik yang ditempatinya, Bumi. Dengan cara membangun kolaborasi antara seluruh elemen masyarakat di tanah air, membangun harapan, mewujudkan kepedulian dan membangun kontribusi nyata sehingga terwujud lingkungan yang lebih terawat dan Bumi yang lebih nyaman untuk ditinggali’ –  ujar Nana Siktiyana selaku Project Manager #RawatBumi 2020.

Selengkapnya : Official Website #RawatBumi 2020

Deforestasi dan alih fungsi lahan telah lama menimbulkan dampak lingkungan yang sangat besar bagi Indonesia, maupun dunia. Sekian lama dikenal sebagai ‘Zamrud Khatulistiwa’, hingga saat ini Indonesia telah kehilangan hutan aslinya sebesar 72%, dan hanya menyisakan sekitar 125,9 juta hektar hutan darat (KLHK, 2018), dan sekitar 3,5 juta hektar hutan mangrove (Times Indonesia, 2017). 

Fungsi hutan sebagai penyimpan air tanah juga akan terganggu dikarenakan kerusakan hutan yang terjadi terus-menerus. Hal ini akan berdampak pada semakin seringnya kekeringan di musim kemarau terjadi, maupun banjir serta tanah longsor di musim penghujan. Pada akhirnya, hal ini akan mempengaruhi kondisi perekonomian masyarakat setempat.

Penanaman pohon melalui kegiatan reboisasi maupun penghijauan merupakan salah satu cara meregenerasi kawasan hutan yang telah rusak. Terkadang, hutan yang telah rusak dapat memulihkan dirinya sendiri dengan cara melibatkan benih tanaman yang terbawa oleh angin atau binatang. Tetapi, laju penghutanan secara alami tidak sebanding dengan laju kerusakan hutan atau deforestasi. Bahkan pada tingkat kerusakan yang parah alam tidak dapat memulihkan dirinya sendiri.

Baca lainnya : #MendekorBumi: Mendekor Masa Depan

LindungiHutan, sebagai salah satu yayasan pelestarian hutan dan pemberdayaan petani bibit, memiliki misi untuk menghijaukan Indonesia dan menanam sejumlah penduduk Indonesia pada tahun 2020. Untuk mewujudkan hal tersebut, LindungiHutan memiliki beberapa project, salah satunya adalah #RawatBumi 2020.

Pada #RawatBumi 2020, LindungiHutan ingin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergerak bersama dalam sebuah aksi nyata untuk kembali peduli terhadap Bumi. Dengan target jangkauan ke seluruh daerah di Indonesia, dan sesuai komitmen Yayasan LindungiHutan yang bukan hanya berfokus pada kegiatan penanaman, project#RawatBumi 2020‘ inipun juga akan mencakup kegiatan pasca-penanaman meliputi perawatan tanaman dan monitoring yang dapat dipantau melalui website lindungihutan.com. Selain itu pula, akan dilakukan kegiatan bersih sampah di daerah kampanye alam tersebut.

 

#RawatBumi 2020: Kolaborasi untuk Ibu Pertiwi

Bersama Menghijaukan Indonesia