Pemberdayaan Masyarakat Dengan Ragam Olahan Mangrove

Mangrove yang selama ini dikenal sebagai sebutan lain untuk tanaman hutan bakau ternyata memiliki manfaat penting bagi manusia.

“Mangrove dapat menjadi sumber makanan, air bersih, kayu, serat serta bahan bakar bagi makhluk hidup lainnya,” kata Profesor Daniel Mudiyarso, ilmuwan senior dari Center for International Forestry Research (CIFOR) dalam seminar “Mangroves ecosystems in Indonesia: A strategic resource for a local sustainable economy and adaptation to climate change

Berkaitan dengan fungsi mangrove sebagai sumber makanan, Sahabat sudah tahu belum kalau mangrove bisa diolah menjadi ragam olahan pangan?? Berikut adalah beberapa jenis mangrove yang bisa digunakan sebagai bahan membuat olahan pangan untuk dikembangkan sebagai pemberdayaan masyarakat pesisir:

Sonneratia spp. (Pedada)

Foto: Sonneratia caseolaris (Wikipedia)

Pedada, atau yang biasa juga disebut Bogem, adalah salah satu jenis mangrove yang bisa diolah langsung menjadi makanan atau minuman. Ada tiga spesies Sonneratia yang tumbuh di Indonesia, yang paling umum digunakan sebagai bahan makanan adalah Sonneratia caseolaris dan Sonneratia alba, meski demikian spesies lain juga bisa dikonsumsi.

Mangrove yang disebut juga “apel mangrove” karena bentuk buahnya yang bulat menyerupai apel ini bisa dijadikan permen, dodol/jenang, jus, bahkan sirup.

Aroma pedada yang harum dan rasanya yang asam segar ternyata disukai oleh banyak orang. Olahan pedada menjadi sirup dapat dijumpai di daerah Rungkut, Surabaya.

 

Avicennia spp. (Api-api)

Foto: Avicennia marina (mangrovemagz)

Jenis Api-api yang telah diketahui dimanfaatkan sebagai sumber bahan panganan adalah Avicennia marina dan Avicennia officinalis. Api-api tersebar di sebagian pantai Indonesia dan merupakan jenis pionir pada zona terdepan.

Tumbuhan ini bisa tumbuh dengan mudah dan cepat, dengan peremajaan alami yang juga sangat cepat. Diperkirakan tanaman berumur dua tahun telah menghasilkan buah.

Api-api dapat diolah menjadi keripik, kerupuk, agar-agar, dawet, onde-onde, combro, dan jajanan pasar yang lain. Buah Api-api membutuhkan perlakuan khusus yaitu ditambahi abu gosok sebelum bisa dijadikan bahan makanan, karena buahnya mengandung racun (tannin).

 

Bruguiera sp. (Tancang)

Foto: Bruguiera gymnorrhiza (biodiversity warrior)

Tancang merupakan keluarga dari spesies Rhizophora, bisa tumbuh hingga setinggi 25m. Memiliki lingkar batang yang besar pada bagian bawah dengan jenis akar lutut. Tancang dapat digunakan sebagai alternatif pangan, karena menurut penelitian kandungan karbohidrat dari jenis ini lebih tinggi dibandingkan jenis mangrove lainnya.

Pengolahan buah Tancang untuk dijadikan bahan pangan secara umum meliputi pengupasan kulit buah, pemecahan buah (agar cepat lunak ketika dimasak), dan perebusan dengan air sampai matang.

Akan tetapi, air bekas rebusan buah Tancang harus dibuang ditempat aman karena mengandung racun. Setelah direbus, buah lalu direndam selama 2-3 hari. Setelah melalui berbagai proses tersebut, barulah buah Tancang bisa dimasak.

Tancang biasanya dijadikan tepung dan dapat diolah menjadi berbagai macam panganan dengan tambahan tepung beras atau terigu.

 

Nah, itu adalah beberapa jenis mangrove yang lazim diolah menjadi bahan panganan. Meskipun bisa dimanfaatkan, tetap harus memanfaatkan mereka secara bijaksana ya, Sahabat !! Eksplorasi yes, eksploitasi no !! (Kika)

 

Referensi: Bisnis, KeSEMaT