Musim Kemarau, Waspadai Kebakaran Hutan

Musim Kemarau, Waspadai Kebakaran Hutan

LindungiHutan.com, Semarang. Di musim kemarau seperti sekarang ini suhu udara meningkat secara ekstrim di beberapa tempat. Peningkatan suhu tersebut menimbulkan berbagai kerugian, salah satunya adalah kebakaran hutan.

Kebakaran hutan merupakan salah satu penyebab kerusakan hutan dan lahan yang berdampak amat negatif terhadap berbagai lini kehidupan. Dampak kebakaran hutan diantaranya menimbulkan asap yang mengganggu aktifitas manusia bahkan beresiko menyebabkan infeksi saluran pernafasan. Selain itu, kebakaran hutan juga mengakibatkan musnahnya plasma nutfah yang berakibat pada kerusakan ekosistem lingkungan, serta mengakibatkan menurunnya kualitas dan kuantitas hutan yang pada
akhirnya akan menimbulkan banyak kerugian.

Foto: Jawapos

Kebakaran hutan dapat dipicu oleh suhu udara yang tinggi. Gesekan antara daun-daun di hutan bisa menimbulkan percikan api, yang apabila mengenai seresah di lantai hutan juga bisa menimbulkan kebakaran.

Rata-rata, kebakaran terjadi di hutan gambut, meskipun tidak menutup kemungkinan terjadi di tipe hutan yang lain. Hutan gambut memang rentan terjadi kebakaran karena kondisi lahan gambut yang kering, membuatnya sangat mudah terbakar. “Gambut itu terbentuk dari bahan organik tanaman yang membusuk dan terdekomposisi dalam waktu yang cukup lama,” ujar doktor Gusti Hadriansyah, Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura Pontianak, Kalimantan Barat yang juga Tim Khusus SRAP REDD+ Kalbar.

Foto: Harian Terbit

Ciri khas lahan gambut adalah kandungan bahan organiknya yang tinggi atau lebih dari 65%. Gambut yang terbentuk dapat mencapai kedalaman lebih dari 15 meter. “Sebenarnya, lahan gambut mempunyai fungsi ekologi yang penting, yakni mengatur air di dalam dan di permukaan tanah. Untuk fungsi lingkungannya, berkaitan erat dengan daur karbon, iklim global, hidrologi, perlindungan lingkungan, dan penyangga lingkungan.”

Menurut Gusti, hingga batas tertentu, kubah gambut mampu mengalirkan air ke areal sekelilingnya. Namun, bila kering, gambut akan kehilangan sifat-sifat alaminya yang seperti sponge, kala hujan menyerap air dan saat panas mengeluarkan air. “Termasuk, kehilangan kemampuan untuk mengatur keluar-masuknya air. Lahan-lahan gambut yang kering secara tidak alami akan sangat mudah terbakar.”

Foto: Okezone

Sejatinya, pemerintah telah berusaha untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan dengan membentuk Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla), tetapi kita sebagai masyarakat juga wajib melakukan upaya pencegahan yang bisa dilakukan dengan cara membuang puntung rokok pada tempatnya, jangan lupa mematikan api apabila berkemah, tidak melakukan pembakaran ketika membuka lahan, dan lain-lain.

Semoga kebakaran hutan di Indonesia bisa segera reda ya, Sahabat. (Kika)

 

Referensi: Bsontoso, Mongabay

Leave a Reply