Mudik Ramah Lingkungan Ala LindungiHutan

Mudik ramah lingkungan menjadi sesuatu aspek yang penting di era sekarang. Rutinitas mudik atau pulang kampung seakan sudah tradisi dan budaya bagi masyarakat Indonesia menjelang lebaran. Semakin meningkatnya fenomena urbanisasi -perpindahan penduduk dari kawasan rural (pedesaan) ke wilayah urban (perkotaan)- menumbuhkan intensitas pemudik setiap tahun. Dan polusi dari asap-asap mesin kendaraan bermotor terus bertambah mencemari bumi dan lapisan ozon yang melindungi kita dari bahaya radiasi.

Faktanya, pada H-5 menjelang perayaan hari raya idul fitri tahun 2019, volume kendaraan pribadi yang di beberapa titik strategis mengalami kenaikan sebesar 63 persen dibandingkan tahun lalu. Angka tersebut -tentunya- akan lebih besar jika diakumulasikan dari hari-hari sebelum dan sesudahnya. Studi terbaru dari European Heart Journal menunjukkan temuan bahwa polusi udara membunuh lebih banyak jiwa daripada asap rokok. Seandainya satu orang mengendarai motor dan menempuh perjalanan sejauh 100 kilometer untuk sampai ke kampung halaman, bayangkan betapa besarnya efek buruk yang dihasilkan.

Kondisi antrean mudik di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali (1/6/2019)
GRAFIS: Pemudik dengan sepeda motor memadati lapangan parkir Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali (1/6/2019) Malam. (ANTARA FOTO/BUDI CANDRA SETYA)

Tips Mudik Ramah Lingkungan

Meskipun polusi tidak dapat dihindari karena bersinggungan dengan aktivitas penting dalam kehidupan manusia, beberapa langkah pencegahan dan penanggulangan mampu kita lakukan. Kali ini, LindungiHutan mencoba membahas langkah-langkah mudik ramah lingkungan agar pencemaran terhadap alam dan bumi bisa diminimalisir. Simak ulasan ringkas  agar rencana pulang kampung tahun ini terasa bermakna.

#1 Matikan peralatan listrik

Alur produksi daya listrik bertekanan tinggi di Indonesia
GRAFIS: Proses produksi listrik memakan waktu lama. (Kementerian ESDM)

Untuk menghasilkan energi listrik dari awal mulai produksi hingga kita nikmati menghabiskan waktu pemprosesan bertahun-tahun. Semua pembangunan infrastruktur dan operasional membutuhkan sumberdaya besar guna menjalankan alat-alat produksi. Dan tidak seluruh listrik yang kita peroleh dihasilkan dengan bahan bakar ramah lingkungan seperti panas bumi, tenaga bayu dan sinar matahari. PLN (Persero) memakai batu bara, minyak bumi, dan beberapa jenis bahan bakar fosil semisalnya pada pembangkit listrik.

Konsumen pun perlu ikut andil bagian dan bijak menggunakan energi listrik terutama saat mudik lebaran. Cukup dengan mematikan sebagian lampu dan alat elektronik seperti komputer, TV, AC dan sejenisnya. Disamping mendukung gerakan perbaikan iklim, sekaligus menghemat pengeluaran dari tagihan listrik.

#2 Gunakan transportasi umum

Mudik ramah lingkungan menggunakan transportasi umum
GRAFIS: Gambaran kereta api. (Kompas.com/Garry Andrew Lotulung)

Penggunaan angkutan umum saat perjalanan pasti mengurangi konsumsi BBM atau energi fosil yang tidak terbaharukan, serta bagian dari langkah awal mudik ramah lingkungan. Dampak langsung bagi kehidupan di muka bumi yaitu berkurangnya kemungkinan polusi udara yang timbul daripada memakai kendaraan pribadi berupa motor atau mobil. Mode transportasi publik sekarang pun beragam dan bervariasi. Angkutan darat seperti bis dan kereta api merupakan primadona  untuk bepergian dalam wilayah yang tidak terlalu jauh.  Sementara untuk penyeberangan antar pulau, pemudik dapat memanfaatkan kapal atau pesawat. Terlebih lagi, di dalam transportasi umum kita bisa berkomunikasi dengan penumpang lainnya. Namun, ingat untuk memesan tiket sebelum tanggal keberangkatan supaya tidak kehabisan.

#3 Pesan tiket elektronik (e-ticket)

Tiket elektronik untuk mudik ramah lingkungan
GRAFIS: Illustrasi tiket elektronik. (Thetrainline.com)

Perbedaan mencolok dari tiket elektronik dan konvensional terletak pada pemakaian kertas. E-ticket dirasa lebih ramah terhadap alam karena mengurangi konsumsi kertas yang diproduksi dari kayu. Dengan memilih membeli tiket elektronik, potensi penebangan pohon diharapkan berkurang sehingga hutan tetap lestari. Walaupun perusahaan pulp and paper memanfaatkan hutan produksi, namun dengan beralih ke e-ticket akan membuat mudik ramah lingkungan yang kita idamkan terwujud. Regulasi transportasi di Indonesia pada sebagian mode angkutan seperti kereta api masih mewajibkan calon penumpang yang memesan secara online untuk mencetak tiketnya. Meskipun begitu, dengan melakukan booking tiket secara digital mampu mengurangi pemakaian kendaraan untuk sededar membeli ke stasiun atau agen terdekat. Dan kemajuan teknologi ini telah mempermudah aktivitas kita dalam bepergian.

#4 Siapkan bekal makanan dan minuman

minuman dalam tumbler saat mudik ramah lingkungan
GRAFIS: Bawa makanan dan minuman dari rumah. (LindungiHutan.com)

Perjalanan jauh yang pemudik tempuh seringkali membuat badan kelelahan. Guna menghindari dehidrasi saat mudik, sangat disarankan untuk membawa bekal berupa makanan dan minuman sebelum berangkat. Hal ini juga bertujuan supaya kita menghindari pembelian makanan atau minuman kemasan yang menambah sampah plastik dan kaleng. Sebab limbah seperti ini plastik membutuhkan waktu lebih dari 1000 tahun agar teruarai. Manfaat lain dengan membawa bekal yaitu menghemat pengeluaran dan bisa dialokasikan untuk keperluan yang lebih penting seperti bersedekah.

#5 Makan dan minum di tempat

Mudik ramah lingkungan dengan makan di tempat
GRAFIS: Kurangi sampah dengan makan di tempat. (Bogordaily.net)

Terkadang bekal yang telah kita bawa habis karena perjalanan yang panjang. Langkah yang tepat jika kondisi ini muncul dan pemudik dalam kondisi lapar atau haus yaitu dengan makan di tempat memakai wadah yang dipakai berulang. Dengan mengambil tindakan tersebut, kita tetap menghindari pemakaian tempat makanan atau minuman yang berpotensi mengancam lingkungan. Perut kenyang, hati tenang dan pemudik sekaligus mempunyai waktu untuk mengistirahatkan badan sebelum kembali melanjutkan mudik ramah lingkungan.

#6 Berikan Tumpangan (Nebengin)

Nebeng, langkah unik ciptakan mudik ramah lingkungan
GRAFIS: Nebeng. (Google)

Sebagian dari calon pemudik mungkin kehabisan tiket transportasi publik, sehingga terpaksa menggunakan motor atau mobil pribadi. LindungiHutan menawarkan solusi komprehensif dan inovatif biar tujuan mudik ramah lingkungan tetap tercapai. Nebengin atau memberikan tumpangan bagi orang lain adalah salah satu pilihan. Karena dengan cara ini, penggunaan BBM dapat ditekan. Siapa tau teman jalanmu ternyata jodohmu. Dan yang poin paling penting yaitu menjaga kesehatan dan keselamatan selama mudik lebaran.

#7 Titipkan tanaman kepada tetangga

Mudik ramah lingkungan, titipkan tanaman agar dirawat tetangga saat kita mudik lebaran
GRAFIS: Tanaman bagian keluarga kita, jangan biarkan layu dan mati. (LindungiHutan.com)

Momentum mudik lebaran bukan halangan bagi pemudik untuk menjaga alam. Pohon yang telah ditanam haruslah tetap dirawat supaya tidak layu dan mati saat kita kembali. Alangkah baik sebelum melakukan perjalanan pulang ke kampung halaman untuk bersua dengan keluarga, pemudik menitipkan tanaman yang ada kepada tetangga untuk disiram dan diberikan pupuk sebagaimana. Tidaklah etis kita meninggalkan pepohonan yang sudah memberikan banyak oksigen bagi makhluk hidup lain di bumi.

Generasi Penyelamat Bumi
GRAFIS: Saatnya kiita jadi #GenerasiPenyelamatBumi. (LindungiHutan.com)

7 tips dari LindungiHutan diatas akan membuat perjalanan mudik di tahun ini menjadi mudik ramah lingkungan. Selamat menikmati perjalanan dan semoga selamat sampai tujuan!

Tentang LindungiHutan

LindungiHutan adalah sebuah startup asal kota Semarang yang berfokus pada penggalangan dana dan gerakan pelestarian kawasan hutan. Visi LindungiHutan yaitu “Bersama Menghijaukan Indonesia” dan Misi untuk “Menanam sejumlah penduduk Indonesia pada 2020”. Relawan LindungiHutan saat ini telah tersebar di lebih dari 70 daerah dengan total 4.000 relawan terdaftar.

Blog LindungiHutan adalah media publikasi digital yang berisi tentang kegiatan, kampanye alam dan relawan LindungiHutan.

Kontributor: Nana/LindungiHutan