Merayakan Hari Pohon untuk Hijau Jakarta Ku 2019

aksi lingkungan menanam mangrove HMJ Arsitektur Lanskap Universitas Trisakti
Aksi Lingkungan Menanam Mangrove di Kawasan Ekowisata Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara oleh HMJ Arsitektur Lanskap Universitas Trisakti

Memperingati Hari Pohon Sedunia, Himpunan Mahasiswa Jurusan Arsitektur Lanskap Universitas Trisakti bersama LindungiHutan telah rampung melakukan aksi lingkungan menanam mangrove di kawasan Ekowisata Mangrove Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara pada hari Minggu, 10 November 2019.

Aksi lingkungan menanam mangrove yang bertema Hijau Jakarta Ku tersebut berhasil mengajak civitas akademika terkait untuk ikut andil mengambil bagian dalam penanaman. selain itu, tujuan dilakukanya aksi lingkungan menanam mangrove adalah untuk membuka wawasan pentingnya pohon mangrove serta manfaatnya untuk membantu penghijauan di Jakarta.

 

penanaman mangrove hmj arsitektur lanskap universitas trisakti
Antusiasme relawan aksi lingkungan penanam mangrove Hijau Jakarta Ku 2019

Hari Pohon Sedunia diabadikan untuk mengenang tokoh J. Sterling Morton pada Tahun 1872, seorang pencinta alam asal Amerika Serikat yang sangat gigih mengkampanyekan gerakan menanam pohon. Tidak selesai pada hal kenang-mengenang, Hari Pohon Sedunia menjadi hari untuk membangun kembali kesadaran manusia terhadap fungsi dan manfaat pohon bagi kehidupan. Perayaan Hari Pohon Sedunia disematkan pada aksi dan gerakan menanam pohon bagi siapa saja yang peduli dan mau berkontribusi untuk kelestarian alam.

Menurut National Geographic, hutan mencakup sekitar 30% dari planet bumi dan kita telah kehilangan hutan Indonesia sebesar 40%. padahal hutan mengambil peran vital bagi kehidupan, diantaranya, adalah :

  1. Hutan menjaga keseimbangan dan kestabilan tanah. Akar pepohonan dapat memperkuat tanah dan menyatukan partikel-partikel yang ada di dalam tanah, sehingga kesuburan dan kestabilan tanah tetap terjaga. Kondisi inilah yang membuat hutan berfungsi untuk mencegah terjadinya berbagai bencana terutama bencana banjir dan tanah longsor serta badai debu.
  2. Hutan bermanfaat untuk mencegah erosi tanah yang dapat berujung pada timbulnya hal-hal buruk bagi lingkungan.
  3. Hutan dapat menciptakan iklim mikronya sendiri sehingga hutan mampu membentuk curah hujan reguler di sekitarnya. Hutan juga menjadi tempat serapan air yang luas. Air hujan yang jatuh kembali ke tanah dan diserap tersebut akan mengisi kembali air tanah yang bermanfaat untuk makhluk hidup.
  4. Manfaat hidrologis juga didapatkan dari hutan kawasan pesisir, yakni dapat mencegah abrasi, memecah ombak dan menjadi habitat bagi flora dan fauna wilayah pantai. Hutan mangrove yang terletak dikawasan pesisir juga memberikan manfaat sebagai penahan air laut masuk ke wilayah permukiman dan menyebabkan pencemaran air tanah.

Pohon menyimpan banyak sekali manfaat untuk kehidupan. sekarang, sudah seharusnya untuk kita mengambil peran dan bagian seperti halnya mereka yang peduli terhadap lingkungan dan alam. sebagaimana mestinya, alam dan manusia adalah entitas yang serasi. Salam Lestari.(Erna Rosalina/LindungiHutan)