Mangrove dari Kaloka untuk Pesisir Demak

penanaman 1000 mangrove di pesisir Demak Kaloka Pottery dengan LndungiHutan
Aksi penanaman 1000 mangrove di pesisir Demak Kaloka Pottery dengan LindungiHutan

Press Release : (Demak, 25 November 2019) Kaloka Pottery bersama LindungiHutan telah menyelanggarakan penanaman 1000 mangrove di Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak pada hari Minggu, 24 November 2019. Aksi penanaman ini di selenggarakan atas inisiatif dari Kaloka Poettry sebagai tanda terimakasih kepada alam yang telah menunjang terciptanya karya berasarkan ide dan kreativitas dari Kaloka Pottery.

Kaloka Pottery merupakan tempat pembuatan keramik unik buatan tangan dengan bahan dasar tanah liat lokal Indonesia yang berlokasi di Bausasran DN III No. 695, Danurajen, Yogyakarta. Kaloka Pottery menjadi salah satu tempat pembuatan keramik buatan tangan yang selektif dan telah melakukan banyak pertimbangan dalam mengambil tanah liat sebagai bahan utama produksi guna menjaga kelestarian alam nusantara.

Fransisca Puspitasari, founder dari Kaloka Pottery
Fransisca Puspitasari, founder dari Kaloka Pottery

Fransisca Puspitasari, founder dari Kaloka Pottery mengatakan “Kaloka pottery adalah usaha atau bisnis untuk memberikan kebaikan. Bersyukur atas apa yg ada salah satunya berkarya dan berbuat sesuatu untuk lingkungan dan sesama”

maka dari itu, Kaloka Pottery memilihan pesisir Demak sebagai lokasi penanaman karena atas dasar bentuk berterimakasih kepada alam juga dilatarbelakangi oleh terjadinya kerusakan lingkungan yang cukup parah. Pesisir Demak telah tergerus abrasi dan membahayakan keberlangsungan hidup masyarakat disana.

Dilansir dari detik.com bahkan beberapa penduduk sudah harus pindah karena rumahnya terendam air laut. Wakil Bupati Demak Joko Sutanto mengatakan “Abrasi di Demak mencapai 798 hektar. Di Sayung 420 sekian hektar, Karangtengah sekitar 57 hektar, Bonang 48 hektar, dan Wedung 250 hektar,” dalam sambutan acara memperingati Hari Bumi ke-47 di Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Sabtu (22/4/2017).

Sayung mengalami abrasi terparah yaitu sekitar 420 hektar. Kerusakan yang dialami di Sayung ini membuat sejumlah bangunan rusak, rumah-rumah terendam air laut, dan beberapa sudah ditinggalkan pemiliknya. Selain itu Sayung yang dulunya wilayah persawahan kini sudah berubah menjadi lautan dan banyak rumah warga yang tenggelam.

Untuk itu, Kaloka Pottery bersama LindungiHutan mengajak masyarakat siapapun dan dimanapun untuk peduli terhadap alam semesta, manusia merupakan bagian dari alam semesta. Menjaga dan melestarikan lingkungan dimulai dari diri sendiri, 1000 mangrove dan tak terhitung jumlah pohon kedepannya akan memberikan dampak kebaikan untuk alam semesta seisinya.

Untuk info lebih lanjut kunjungi lindungihutan.com