Press Release: HutanMerdeka with LindungiHutan

HutanMerdeka: “Dukung Perjuangan Mereka”

Karena Penjarahan di Dalam Hutan Harus Dihapuskan!

Perjuangan-Para-PejuangHutan-pada-RawatBumi.jpg
Foto: Perjuangan Para #PejuangHutan Bersama LindungiHutan

Semarang, Jawa Tengah. (17 Mei 2019) — Yayasan LindungiHutan, sebuah lembaga yang menaungi platform penggalangan dana dan gerakan pelestarian hutan yaitu LindungiHutan.com, resmi mengumumkan project terbaru dengan nama “HutanMerdeka: Dukung Perjuangan Mereka”. Gerakan ini merupakan suatu aksi nyata penanaman dan penyulaman pohon di 45 daerah se-Indonesia. Kegiatan tersebut dicanangkan pada periode bulan Juni hingga Agustus 2019 guna memperingati HUT RI yang ke-74, dan mengangkat cerita perjuangan sosok dibalik pelestarian alam nusantara. Munculnya ide itu berawal dari kegelisahan akan maraknya tindakan penjarahan atas sumber daya alam (SDA) -khususnya kawasan hutan- seperti illegal logging yang terjadi di berbagai pelosok negeri.

Kita harus sadar kalo banyaknya kasus pembalakan liar dan pengrusakan hutan harus dilawan. HutanMerdeka menjadi momentum untuk menyerang balik dengan melakukan aksi nyata penghijauan, dan kami mengajak setiap lapisan masyarakat untuk menyukseskan acara ini” ujar Hario, CEO sekaligus Founder LindungiHutan saat proses penggodokan dengan tim. Perhelatan peringatan kemerdekaan Republik Indonesia yang akan dihelat pada 17 Agustus mendatang dirasa bakal menjadi momentum yang krusial. Masyarakat masih menganggap bahwa pemeliharan dan pelestarian kawasan hutan hanyalah tugas pemerintah. Padahal, semua pihak termasuk perusahaan, LSM dan warga negara mempunyai tanggungjawab untuk memastikan fungsi pepohohan senantiasa terjaga. Sebab hutan Indonesia memiliki peranan signifikan sebagai habitat tinggal bagi 12 persen mamalia, 7,3 persen reptil dan amfibi, dan 17 persen jenis spesies burung seluruh dunia berdasarkan data WWF.

Laju deforestasi dan kerusakan hutan dalam klaim KLHK dalam periode 2017 sebesar 480 ribu hektar, dan 2018 seluas 440 hektar. Pun prestasi ini perlu diapresiasi dan dibanggakan, perlawanan atas penjarahan di dalam hutan tetap harus digalakan. “Pelaksanaan RawatBumi memberikan kami energi lebih untuk terus melanjutkan perjuangan, meski masih banyak kekurangan, kami senantiasa menatap ke depan, menegakkan badan dan ikut ambil bagian jadi para #PembelaHutan, supaya memberikan dukungan riil bagi #PejuangHutan yang telah memberikan seluruh gagasan, daya, upaya, bahkan tenaga bagi pelestarian hutan di daerah mereka masing-masing” tambah Ben, CMO dan co-founder LindungiHutan. Di bulan April lalu, LindungiHutan bekerjasama dengan relawan daerah, komunitas maupun perseorangan telah melaksanakan kegiatan penanaman pohon pada lebih dari 65 titik se-Indonesia dalam peringatan Hari Bumi atau Earth Day 2019. Aksi bertajuk RawatBumi telah berhasil menanam diatas 50 ribu bibit pohon pesisir dan keras. Kementerian LHK melalui Ditjen PDASHL pun ikut terlibat dengan membantu pengadaan bibit pohon siap tanam.

Foto: Relawan LindungiHutan dan Berbagai Pihak Melakukan Penghijauan dalam Gerakan RawatBumi

Berbeda dengan RawatBumi yang menekankan unsur kedaerahan, HutanMerdeka berusaha mengangkat kisah seseorang yang berusaha dengan mengorbankan pikiran, daya dan harta guna pelestarian hutan. Target 1.708 pohon di tiap titik pada 45 daerah, 7.400 partisipan bergabung, dan 45 pejuang hutan akan jadi pemeran utama event kali ini. Sila kunjungi www.lindungihutan.com untuk informasi lengkap.  

 

Tentang LindungiHutan

LindungiHutan adalah sebuah startup asal kota Semarang yang berfokus pada penggalangan dana dan gerakan pelestarian kawasan hutan. Visi LindungiHutan yaitu “Bersama Menghijaukan Indonesia” dan Misi untuk “Menanam sejumlah penduduk Indonesia pada 2020”. Relawan LindungiHutan saat ini telah tersebar di lebih dari 70 daerah dengan total 4.000 relawan terdaftar.

Blog LindungiHutan adalah media publikasi digital yang berisi tentang kegiatan, kampanye alam dan relawan LindungiHutan.  (Nana/LindungiHutan)