Harapan Baru untuk Bedono, Reboisasi Pesisir Demak

Peserta asik menanam bibit mangrove pada program "Harapan Baru untuk Bedono, Penanaman 1000 Mangrove" kolaborasi antara LindungiHutan dan Sustaination
Peserta Asik Menanam Bibit Bakau pada Program “Harapan Baru untuk Bedono, Penanaman 1000 Mangrove” Kolaborasi antara LindungiHutan, Relawan LindungiHutan Demak dan Sustaination. (Dokumentasi tim LindungiHutan)

Demak terletak pesisir di utara Jawa Tengah. Kabupaten ini berbatasan dengan laut Jawa, Jepara, Kudus, Grobogan serta Kota Semarang dan Kabupaten Semarang. Terkenal dengan julukan “Kota Wali”, Demak mempunyai berbagai wisata religi. Diantara wali dari walisongo yang berperan penting menyebarluaskan ajaran agama Islam di tanah Jawa meninggal dan dimakamkan. Tapi bagi LindungiHutan, Demak memiliki artian yang berbeda. Kegiatan konservasi alam yang kami dan mitra inisiasi telah terlaksana di kabupaten kecil ini. Kampanye alam terbaru dilaksanakan di dusun Senik, Kelurahan Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak pada hari minggu, 25 Agustus 2019. Acara yang bertajuk “Harapan Baru untuk Bedono, Penanaman 1000 Mangrove” merupakan kolaborasi antara LindungiHutan, Relawan LindungiHutan Demak dan Sustaination.

Program berlangsung asik dan menyenangkan sekalipun dihelat secara sederhana. Peserta yang hadir lebih dari 50 orang yang terdiri atas bermacam kelompok diantaranya perwakilan tim LindungiHutan, mahasiswa PG PAUD Universitas Negeri Semarang (UNNES) dan pegiat lingkungan hidup. Sebanyak 1000 bibit bakau dengan jenis Rhizophora mucrota atau seringkali disebut bakau kurap ditanam di areal seluas seratus meter persegi. Biaya pembelian dan pelaksanan kegiatan berasal dari alokasi kampanye alam “Masihkah Ada Harapan untuk Bedono?”. Turut pula Mak Jah berpatisipasi dan terlihat bahagia karena melihat semangat anak-anak muda dalam upaya kecil pelestarian alam di sekitar tempat tinggalnya.

Kehadiran Mak Jah pada kegiatan "Harapan Baru untuk Bedono, Penanaman1000 Mangrove"
Kehadiran Sosok Mak Jah Menambah Semangat bagi Peserta dan Panitia guna Mewujudkan Harapan Baru di Demak. (Dokumentasi tim LindungiHutan)

Aksi nyata penanaman mangrove di Demak tersebut bertujuan untuk menyuarakan perlawanan terhadap resiko abrasi yang terus berlangsung setiap hari. Terlebih lagi dengan jargon “Bersama Menghijaukan Indonesia” mengundang berbagai lapisan masyarakat turut andil bagian dan menunjukkan bahwa harapan baru senatiasa terus muncul diantara kerentanan. Relawan LindungiHutan Demak pun menunjukkan eksistensi sebagai salah satu komunitas yang paling aktif dan giat menggalakan reforestation.

Harapan Baru ditengah Ancaman Abrasi

Wilayah yang berbatasan langsung dengan perairan cenderung rentan terhadap pengikisan daratan dan penurunan permukaan tanah. Fenomena yang disebut sebagai abrasi ini tidak memandang dimana ia menyapa. Para ahli telah memberikan penjelasan yang signifikan dan terperinci mengenai penyebab abrasi. Sebagian diakibatkan karena faktor yang bersifat alami seperti bencana alam, kenaikan tinggi gelombang dan pasang surut air laut. Akan tetapi, ulah dan campur tangan manusia berperan penting dalam mempercepat pengikisan bibir pantai. Aktivitas pembuatan tambak yang abai dengan standar ramah lingkungan, pembangunan pabrik dan perumahan yang menjorok ke laut, penambangan pasir, dan perusakan hutan Mangrove yang berfungsi guna mengurangi pelepasan material pasir dan tanah di bibir pantai akibat sapuan ombak dan pasang.

Pohon mati dan layu akibat pengikisan tanah yang disebabkan oleh abrasi di Demak
Potret Dampak Abrasi yang Mengikir Daratan dan Mengakibatkan Pepohonan Tumbang di Dusun Senik, Kelurahan Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. (Dokumentasi tim LindungiHutan)

Kelurahan Bedono adalah salah satu dari ribuan atau mungkin jutaan daerah di Indonesia yang berbatasan dengan lautan dan terancam oleh abrasi. Lebih dari 20 tahun desa bedono dan sekitarnya telah merasakan dampak yang cukup besar yang ditimbulkan oleh erosi pesisir pantai utara Jawa. Data penelitian yang dilakukan tahun 2015 menunjukkan 2.116,54 hektar luas kawasan yang terkena imbas. Dan mengakibatkan kemunduran garis pantai sejauh 5,1 kilometer dibandingkan pada 1994. Dengan kondisi pengikisan yang terus berlangsung, pemerintah mengungsikan lebih dari 200 kepala keluarga dari dusun-dusun di kelurahan Bedono semenjak 2006. Pengembalian ekosistem hutan mangrove adalah bentuk preventif supaya pengaruh abrasi melambat.

Langkah Kecil untuk Pesisir Demak

Foto Bersama Peserta "Harapan Baru untuk Bedono, Penanaman 1000 Mangrove" Paska Acara
Foto Bersama Peserta “Harapan Baru untuk Bedono, Penanaman 1000 Mangrove” Paska Acara. (Dokumentasi tim LindungiHutan)

Reboisasi hutan mangrove bukanlah satu-satunya cara guna menangani abrasi. Fungsi tanaman dan akar mangrove yang mampu memecah gelombang dan menahan sedimentasi tanah agar tidak semakin tergerus gelombang hanya upaya yang LindungiHutan, Relawan dan Mitra lakukan untuk mengurangi imbas yang semakin besar. Usaha dan metode yang lebih terstruktur serta keterlibatan beragam lapisan sosial-pemerintahan seharusnya ikut andil bagian. Terutama di titik-titik rawan yang erosi telah berlangsung selama puluhan tahun seperti di pesisir utara pulau Jawa. Namun, langkah kecil seperti ini diharapkan dapat berdampak besar sebagai pemantik semangat penghijauan dan pelestarian alam di bumi Nusantara. (Muhammad Nana Siktiyana/LindungiHutan)