Elang Bondol, Maskot Ibukota Yang Berada Di Ambang Kepunahan

Elang Bondol, Maskot Ibukota Yang Berada Di Ambang Kepunahan

LindungiHutan.com, Semarang. Setelah euforia Asian Games (AG) bulan lalu, pada bulan Oktober 2018 besok Indonesia juga akan menjadi tuan rumah dari kejuaraan Asian Para Games (APG) loh Sahabat.

Pesta olahraga difabel se-Asia ini diselenggarakan di Jakarta, dan sama seperti Asian Games, pada ajang Asian Para Games ini juga ada maskotnya lho. Kalau maskot AG 2018 lalu ada Bhin-bhin, Kaka, dan Atung yang merupakan seekor badak becula satu, rusa bawean, dan burung cendrawasih, di APG 2018 ini maskotnya berupa burung Elang Bondol !!

“Kami memilih Elang Bondol sebagai maskot karena hewan itu adalah lambang kota Jakarta yang menjadi tuan rumah Asian Para Games 2018. Pemilihan elang juga menjadi langkah kami untuk menyesuaikan dengan maskot Asian Games yang juga hewan-hewan di Indonesia,” kata Okto, Ketua Panitia Penyelenggara Asian Para Games (INAPGOC).

Foto: Tribunnews

Okto menjelaskan maskotnya bernama ULUNG, yang memiliki arti sama yaitu elang dalam bahasa Indonesia. ULUNG juga mempunyai arti berpengalaman, mahir, terbaik, dan pemimpin, serta memiliki singkatan UL berarti ultimate, UN berarti undisputed, dan NG berarti nation globally. Yang jika diartikan semua adalah bangsa-bangsa unggul yang tidak terkalahkan secara global.

Dan sama seperti ketiga temannya sesama maskot, Ulung si Elang Bondol ini juga termasuk hewan yang dilindungi di Indonesia lho. Burung pemakan daging ini memiliki kecantikan tersendiri. Keunikannya terletak pada kepalanya yang terlihat seperti botak maka itu elang ini diberi nama elang bondol.

Elang bondol atau bald eagle ini bukan elang berkepala botak dan gak punya bulu lho ya. Elang ini mempunyai bulu berwarna putih tanpa jambul, makanya elang ini terlihat bondol atau botak. Elang ini mempunyai beberapa spesies. Beberapa di antaranya hidup di Indonesia. Ada juga yang tinggal di Papua Nugini dan Australia.

Foto: Kumparan

Elang dengan nama ilmiah Haliastur indus ini tinggal di dekat-dekat pantai Indonesia dari Timur sampai ke Barat. Sebagai karnivora atau pemakan daging, biasanya elang bondol akan berburu mangsa di sekitar pantai. Mamalia kecil, unggas, ikan, dan binatang-binatang laut lainnya menjadi santapannya.

Pergerakan hewan yang satu ini cepet banget lho. Penglihatannya juga tajam banget. Kemampuan yang luar biasa unik ini digunakannya untuk berburu mangsa dari ketinggian. Uniknya lagi nih, walaupun elang bondol termasuk jenis burung, tapi elang ini bisa menyelam juga saat mencari ikan.

Sarang-sarang elang bondol biasanya ada di ketinggian. Hewan ini kini menjadi langka karena reproduksinya yang tidak mudah. Biasanya, hewan ini hanya bertelur sebanyak 1 atau 2 butir. Lantas ia mengerami telurnya selama 28 sampai 35 hari. Elang ini akan mulai belajar terbang ketika berusia 40 hari dan akan dewasa ketika usia 2 bulan. Setelah dewasa, elang bondol akan terbang meninggalkan sarang dan hidup mandiri.

Namun kini keberadaan elang ini semakin terancam akibat habitatnya yang terus berkurang. Anak muda zaman sekarang pun khususnya yang tinggal di Jakarta jarang sekali mengetahui mengenai hewan ini. Bahkan tidak sedikit yang tidak tahu bahwa maskot kotanya ialah burung elang bondol.

Duh sedih 🙁 (Kika)

 

Referensi: Detik, Yukepo

 

 

Leave a Reply