Cemara Udang, Sang Penghadang Angin Laut

Lahan Hijau
Lahan Hijau di Pesisir Pantai

LindungiHutan.com, Semarang – Lahan diartikan sebagai lingkungan fisik dan biotik yang berkaitan dengan daya dukungnya terhadap kehidupan dan kesejahteraan hidup manusia. Lingkungan fisik berupa relief atau topografi, iklim, tanah dan air, sedangkan lingkungan biotik adalah manusia, hewan, dan tumbuhan. Indonesia, pada tahun 2012, memiliki total luas penggunaan lahan sebesar 39,594,537 ha, dengan 14,252,383 ha diantaranya berupa lahan yang sementara tidak difungsikan. Beberapa tumbuhan seperti cemara udang hanya dapat tumbuh di lahan tertentu, sehingga klasifikasi lahan diperlukan untuk menjadi habitat tumbuh.

Lahan yang tidak difungsikan tersebut bisa jadi karena sifatnya yang marginal sehingga tidak cocok digunakan sebagai lahan pertanian. Gunadi (2002) menyebutkan bahwa yang dimaksud lahan marginal adalah suatu lahan yang mempunyai karakteristik keterbatasan dalam sesuatu hal, baik keterbatasan satu unsur / komponen maupun lebih dari satu unsur / komponen.

Baca Lainnya : #MendekorBumi: Mendekor Masa Depan

Salah satu contoh lahan marginal dapat ditemukan di pesisir pantai selatan Pulau Jawa. Di sepanjang pantai selatan Bantul mulai dari Pantai Parangtritis  hingga Pantai Pandansimo, lahan berpasirnya selalu bergerak dan bergulung akibat hembusan angin laut yang kencang. Pertanian sulit dilakukan pada ekosistem gumuk pasir disana, hal ini disebabkan oleh perbedaan suhu yang ekstrim pada siang dan malam hari, udara yang sangat kering, kencangnya hembusan angin, kandungan unsur hara yang rendah dan uap air yang mengandung garam-garaman sehingga mengganggu pertumbuhan tanaman.

Yuk, Adakan Penghijauan di Daerahmu!

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

Bersama LindungiHutan, Menghijaukan Indonesia.

Cemara Laut
Cemara Laut yang Tertanam di Area Pesisir

Hingga pada tahun 1999 pada tim dari UGM yang diketuai Prof Sutikno dari Fakultas Geografi dan Prof Suhardi dari Fakultas Kehutanan, mencoba menanam cemara udang di kawasan pantai selatan Bantul.

Ternyata, dengan teknik rehabilitasi menggunakan cemara laut atau cemara udang (Casuarina equisetifolia), lahan pantai berpasir yang semula gersang dan tidak dimanfaatkan, dapat meningkat produktivitasnya sehingga mendatangkan keuntungan bagi masyarakat.

Cemara Udang Melindungi Pantai dari Abrasi
Cemara Udang Melindungi Pantai dari Abrasi

Pohon cemara udang dapat melindungi masyarakat di kawasan pantai selatan dari ancaman gelombang tsunami.

”Pembuatan lapisan cemara udang di sepanjang pantai dapat digunakan sebagai benteng untuk melindungi penduduk dan tempat berkembangnya satwa yang sangat peka dengan tanda-tanda akan terjadinya tsunami. Keberadaannya dapat memberi isyarat kepada manusia akan datangnya bencana itu,” kata Prof Suhardi, yang juga Guru Besar Fakultas Kehutanan UGM.

Baca Lainnya : Motivasi Menjadi Relawan, Ikhlas kah?

Pohon cemara udang, mampu menahan tiupan angin kencang, hempasan gelombang laut, dan terpaan pasir yang bergulung di sepanjang pantai selatan. Sehingga sangat baik digunakan sebagai `windbarrier` di kawasan pantai yang rentan terhadap bahaya angin kencang dan tsunami. Daunnya yang rindang juga menjadikan cemara udang cocok sebagai tanaman peneduh. (Kika)*

Sumber: BPS, Gumukpasir, Forda, Sunarto Gunadi

 

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di daerahmu. Selain daerahmu, kamu  juga bisa membantu menghijaukan daerah lainnya di Indonesia lho!

Yuk jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!

Enable Notifications    Ok No thanks