Cegah Abrasi Semakin Meluas, Relawan LindungiHutan Ikut Tanam Mangrove Di Ketapang

LindungiHutan.com, Semarang. Minggu, 25 November 2018, kawasan Desa Harapan Baru Dusun Pelaik Sebatang Rt 15 Rw 07, Kecamatan Atan Hilir Selatan, Ketapang, ramai oleh masyarakat yang akan menanam mangrove di pesisir pantai desa tersebut.

Didominasi oleh peserta usia remaja, kegiatan yang diinisiasi oleh Ari Hidayat dan Suhaimi dari Komunitas Konservasi Mangrove Ketapang (KOMATA) ini sukses mengumpulkan kurang lebih 80 peserta kegiatan dari berbagai macam komunitas/organisasi seperti LindungiHutan Ketapang, MAPALA BMRB POLITAP Ketapang, KAMMIPALA, PANDARA, LANDAK, DKR PRAMUKA MHS, pelajar SMAN 1 MHS, pelajar SMPN 1 MHS, pemuda Bhayangkara MHS, perwakilan Desa Kauman, serta masyarakat setempat yang tersentuh untuk ikut bergabung dalam kegiatan tersebut.

Penanaman dilakukan di sepanjang bibir pantai yang terdampak abrasi. Suhaimi menuturkan bahwa ia memiliki kekhawatiran pada lokasi penanaman yang sudah tidak ditemukan lagi strata tajuk yang khas pada hutan mangrove. Selain dari pada itu laju pengikisan air laut sudah semakin dekat dengan pinggir jalan raya, yang apabila ditarik meteran hanya lebih kurang 15-20 meter saja dari bahu jalan raya dengan kondisi pasir berlumpur.

Sekitar 1000 bibit pohon Rhizopora apiculata dan Avicennia sp. ditanam dalam kegiatan tersebut, dengan 264 bibit diantaranya hasil donasi dari berbagai kalangan yang dihimpun dari kampanye di website lindungihutan.com.

“Saya secara pribadi berterimakasih yang sebesar-besarnya kepada Yayasan LindungiHutan yang telah turut membantu secara aktif dalam mengkampanyekan aksi penanaman mangrove di desa kami, sehingga kegiatan dapat terlaksanakan dan ini merupakan kali pertama di desa kami diadakan kegiatan seperti ini,” kata Ari Hidayat selaku Penanggung Jawab kegiatan.

Meskipun awalnya sempat ragu akan jumlah peserta yang bisa ikut serta dalam kegiatan ini, ternyata malah diluar ekspektasi mereka selaku penyelenggara.

“Kami mendapatkan support dan dukungan yang luar biasa, bahkan para relawan tampak gembira dengan kegiatan yang kami laksanakan dan meminta kami untuk kembali menyelenggarakan kegiatan serupa dengan volume yang leboh besar lagi dan tentunya dengan persiapan yang lebih matang. Selain itu, dosen POLITAP Ketapang yang mendampingi mahasiswa MAPALA BMRB malah menawarkan diri untuk menjadi pendamping Desa Sadar Mangrove secara sukarela,” lanjutnya.

Alhamdulillah, semoga kegiatan kemarin bisa memberi lebih banyak manfaat lagi kedepannya ya!! Ayo bantu lebih banyak daerah dengan donasi/gabung aksi melalui lindungihutan.com.

Salam Lestari!! (Kika)