BJ Habibie Wafat dan 1998 Pohon untuk Mengenang Beliau

Presiden RI ke-3 Prof. Dr. Ing. H. BJ Habibie wafat pada tanggal 11 September 2019. Kejadian ini memberikan duka yang mendalam bagi warga Indonesia dan internasional. Bahkan salah satu media terbesar di Singapura memberikan warta berjudul Former Indonesian president Habibie, who described Singapore as a ‘little red dot’, dies aged 83.

Presiden RI ke-3 BJ Habibie saat mengunjungi Istana Negara di Jakarta pada Jumat, 24 Agustus 2019.
Presiden RI ke-3 BJ Habibie saat mengunjungi Istana Negara di Jakarta pada Jumat, 24 Agustus 2019. (Dokumentasi Puspa Perwitasari/Antara Foto)

Prof. Dr. Ing Bacharuddin Jusuf Habibie atau yang akrab disapa dengan BJ Habibie merupakan salah satu putra bangsa yang mampu membawa Indonesia di kancah Internasional. Bapak Teknologi Indonesia disandingkan dengan beliau berkat kompetensinya dalam teknologi pesawat terbang.

Mengutip Deputi Direktur Keuangan Urusan Pendanaan PT Regio Aviasi Industri (RAI) Desra Firza Ghazfan, Habibie adalah salah satu dari angkatan pertama generasi dirgantara yang dikirimkan Presiden pertama RI, Soekarno ke berbagai negara untuk belajar membuat pesawat.

Sosok beliau sangat disegani karena memiliki kecerdasan, ambisius serta karakter tegas yang dibalut dengan sikap manis dan lembut terhadap sesama. Sikap manis dan tegasnya bahkan bisa kita lihat di layar sinema yang menceritakan kisah kehidupan dan asmaranya.

Penghargaan yang Membanggakan dari BJ Habibie

Pada tahun 1954, Habibie mengenal dunia mesin pesawat saat menjadi mahasiswa di Fakultas Teknik Universitas Indonesia Bandung yang resmi menjadi Institut Teknologi Bandung. Dengan kecerdasan diatas rata-rata kemudian beliau mendapatkan beasiswa dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaab melanjutkan studi spesialis konstruksi pesawat terbang di Rhenisch Wesfalische Technische Hochscule Jerman.

Pesawat N250 Gatotkaca, Karya BJ Habibie untuk Indonesia
Pesawat N250 Gatotkaca (Dokumentasi Putra Prima Perdana/Kompas.com)

Gelar Diplom Ingenieur atau setara dengan Insinyur Sarjana Teknik didapatkan beliau di tahun 1960. Sedangkan pada tahun 1965 gelar Doktor Ingenieur berhasil didapatkan dengan predikat summa cumlaude dari Technische Hochscule Die Facultaet Fuer Maschinenwesen Aachean.

Riset yang dilakukan secara berlanjut karena kecintaan terhadap dunia mesin pesawat terbang membawanya menemukan suatu rumus yang dinamakan Faktor Habibie. Rumusan ini mampu menghitung keretakan sampai ke atom-atom pesawat terbang. Dari rumusan ini beliau disanjung dan terkenal sebagai Mr. Crack.

Penghargaan bergengsi sudah banyak diraih Habibie baik skala internasional dan dalam negeri. Edward Warner Award dan Award von Karman yang hampir setara dengan Hadiah Nobel, serta Ganesha Praja Manggala Bhakti Kencana dari Institut Teknologi Bandung telah disandangnya.

Oleh Presiden Soeharto, beliau diminta menyumbangkan ilmunya bagi Indonesia. Habibie awalnya menjabat Menteri Negara Ristek / Kepala BPPT. Setelah itu, beliau dipilih menjadi Wakil Presiden oleh MPR untuk menggantikan Try Sutrisno pada tanggal 14 Maret 1998.

Setelah beberapa bulan masih di tahun 1998 masa jabatan sebagai Wakil Presiden, Habibie mendapatkan mandat untuk menggantikan Presiden Soeharto sebagai Presiden baru RI. Masa kepemerintahannya hanya berjalan 1,5 tahun. Meskipun demikian beliau berusaha mengembalikan kondisi negara.

Habibie mengundurkan diri dan dipaksa lengser akibat referendum Timor Timur. Pidato pertanggungjawabannya ditolak oleh MPR RI. Selepas itu beliau kembali menjadi warga sipil dan kembali pula hijrah serta bermukim di Jerman.

1998 Pohon Mangrove untuk Menghormati Jasa Beliau

1998 Pohon untuk Bapak Teknologi, sebuah Apresiasi untuk Presiden RI ke-3 BJ Habibie
1998 Pohon untuk Bapak Teknologi, sebuah Apresiasi untuk Presiden RI ke-3 BJ Habibie. (Dokumentasi Tim LindungiHutan)

Guna mengenang dan mengapresiasi jasa beliau, LindungiHutan menginisiasi kegiatan Penanaman 1998 Pohon untuk Bapak Teknologi Indonesia. Target 1998 bibit pohon dipilih berdasarkan tahun jabatan beliau sebagai Presiden Republik Indonesia ke-3 dan mempunyai andil besar pada penanganan krisis moneter kala itu.

Kampanye ini merupakan gerakan sederhana yang tidak dapat membalas jasa yang telah beliau berikan bagi negeri. Karena upaya dan perjuangan beliau telah memberikan berbagai manfaat yang dirasakan oleh bangsa ini. Namun acara tersebut akan memberikan manfaat untuk seluruh lapisan masyarakat dan menjadi salah satu usaha guna memberikan penghormatan atas jasa-jasa bapak BJ Habibie semasa hidup.

Secara teknis, masyarakat dapat berpartisipasi sebagai donatur dalam kampanye dapat mengakses melalui website lindungihutan.com untuk kemudian mencari laman kampanye 1998 Pohon untuk Bapak Teknologi Indonesia. Selain itu masyarakat yang ingin terlibat langsung dalam upaya penanaman bibit dengan berkontribusi tenaga sebagai Relawan atau peserta Gabung Aksi.

Melalui kampanye ini, Pesisir Desa Tambakrejo, Kelurahan Tanjungmas, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang dipilih sebagai tempat diselenggarakannya kegiatan pada tanggal 15 September 2019. Besaran donasi yang diperlukan untuk melakukan penanaman dan perawatan pohon adalah Rp 5.000/pohon. Biaya tersebut sudah termasuk pengadaan bibit mangrove dan pemantauan selama satu tahun. Setiap donatur akan mendapatkan sertifikat elektronik sebagai bukti yang sah serta dokumentasi kegiatan. (Hasna Ajeng Fadhilah/LindungiHutan)