Alternatif Plastik Sebagai Bahan Sedotan, Untuk Hidup Lebih Ramah Lingkungan

Alternatif Plastik Sebagai Bahan Sedotan, Untuk Hidup Lebih Ramah Lingkungan

LindungiHutan.com, Semarang. Berapa kali dalam sehari Sahabat njajan di luar dan minum memakai sedotan plastik? Satu? Dua? Banyak ya pastinya?

Ya, penggunaan sedotan plastik sekali pakai di Indonesia termasuk yang tertinggi di dunia. Dari sekian banyak limbah plastik yang mengancam lingkungan, ternyata limbah dari sedotan plastik memiliki porsi yang cukup banyak.  Data yang dikumpulkan oleh Katadata.co.id, Indonesia menyumbang 93,2 juta sedotan plastik per hari. Jumlah itu bila dikumpulkan selama sepekan dan dibariskan, setara dengan tiga keliling bumi.

Di tengah keprihatinan terhadap masalah limbah plastik yang kian mengancam bumi dan perairan global, muncul berbagai upaya untuk mengurangi penggunaan benda plastik yang satu ini. Salah satunya, mencari alternatif bahan baku yang dapat digunakan untuk mensubstitusi plastik sebagai sedotan.

Berikut adalah alternatif sedotan plastik yang bisa dicoba oleh Sahabat:

  1. Sedotan jerami

Foto: Beritasatu

Jauh sebelum hari-hari modern ketika orang mengkonsumsi minuman dengan sedotan plastik dan kertas, orang-orang sudah mengkonsumsi minuman menggunakan batang rumput gandum dan gandum hitam. Sedotan ini masih ada hingga sekarang meski terdengar cukup aneh. Sedotan jerami ramah lingkungan dan bisa menjadi alternatif sedotan plastik.

  1. Sedotan logam

Foto: Tokopedia

Sedotan logam terbuat dari alumunium, stainless steel dan titanium. Jenis sedotan ini lebih ramah lingkungan daripada sedotan sekali pakai karena mereka dapat digunkan kembali. Banyak sedotan logam yang dibuat dengan logam kualitas tinggi dan menyediakan sikat tambahan untuk mempermudah pencuciannya. Beberapa di antaranya juga bisa ditekuk.

  1. Sedotan kaca

Foto: Tokopedia

Kaca merupakan material yang bisa digunakan kembali dan bisa menjadi alternatif sedotan plastik. Salah satu keuntungan menggunakan sedotan kaca adalah kita bisa melihat menembus kaca, untuk memastikan apa yang kita minum bersih. Namun, sedotan kaca sangat berisiko pecah sehingga harus hati-hati ketika memakainya.

  1. Sedotan bambu

Foto: Bukalapak

Sedotan bambu terbuat dari bambu alami yang ringan, ramah lingkungan dan bisa menjadi alternatif sedotan plastik. Sedotan jenis ini juga sesuai digunakan dalam acara-acara pesta.

Sedotan ini biasanya dibuat dari jenis bambu buluh yang berdiameter kecil. Dan bila dirawat dengan baik, dapat bertahan sekitar 3-6 bulan.

  1. Sedotan dari pati jagung

Foto: Bernas

Sekilas sedotan ini memiliki penampilan bening yang sangat mirip dengan sedotan plastik. Untuk itu biasanya terdapat label “I’m not plastic” di batang sedotannya untuk membedakan dengan sedotan plastik.

Jika sedotan plastik biasa butuh waktu 40-60 tahun untuk dapat terurai di alam, sedotan pati jagung ini hanya butuh waktu 180 hari untuk hancur terurai.

 

Jadi gimana nih, Sahabat tertarik memiliki sedotan ramah lingkungan? (Kika)

 

Referensi: Detik, Katadata, Kompas

 

 

 

Leave a Reply